MBK UAD Goes to Berau Hadirkan Workshop Inspiratif bagi Guru dan Konselor
Berau – Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling (MBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali memperluas jejaring akademik melalui kegiatan MBK UAD Goes to Berau yang diselenggarakan pada 20 Mei 2026 di SMAN 1 Berau. Kegiatan ini bekerja sama dengan ABKIN PC Berau sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta konselor di Kabupaten Berau.
Mengusung tema “Empowering Counselors, Inspiring Peaceful Education”, kegiatan ini menghadirkan Dr. Wahyu Nanda Eka Saputra, M.Pd., Kons. sebagai narasumber utama. Melalui workshop inspiratif bertajuk “Peaceful Mind, Meaningful Teaching: Guru Melangkah dengan Pikiran yang Damai”, peserta diajak memahami pentingnya membangun kesadaran diri, ketenangan berpikir, dan menciptakan praktik pendidikan yang lebih damai, sehat, serta humanis di lingkungan sekolah.
Selain mengikuti workshop, peserta juga mengikuti sesi temu dan kolaborasi bersama mahasiswa, sharing bersama calon mahasiswa Magister Bimbingan dan Konseling UAD, serta diskusi inspiratif mengenai pengembangan profesi guru BK dan konselor. Kegiatan ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun jejaring profesional antara akademisi dan praktisi.
Peserta yang berasal dari anggota ABKIN PC Berau menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif yang terjalin memberikan kesempatan bagi peserta untuk membahas berbagai tantangan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah sekaligus memperoleh solusi berdasarkan pendekatan ilmiah dan praktik terbaik.
Melalui MBK UAD Goes to Berau, Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling UAD menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan Bimbingan dan Konseling di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya MBK UAD dalam mempererat kerja sama dengan organisasi profesi, sekolah, dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan program studi kepada calon mahasiswa di Kalimantan Timur.
Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi guru BK dan konselor dalam mengembangkan layanan yang lebih profesional, berorientasi pada kesejahteraan peserta didik, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang damai dan kondusif.


