Teologi Perjumpaan: Menguatkan Semangat Kerja melalui Ketakwaan, Ikhtiar, dan Tawakal
Bantul, 2 Oktober 2026 — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kretek melalui Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal menggelar kegiatan Motivasi dan Penguatan Guru serta Karyawan AUM Pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan karyawan TK, SD, SMP, dan SMK Muhammadiyah di lingkungan PCM Kretek.
Kegiatan berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026, di SD Unggulan Muhammadiyah Kretek, Bantul. Dr. Hardi Santosa, M.Pd., Kaprodi Magister Bimbingan dan Konseling (MBK) UAD, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Menguatkan Makna Kerja dan Pengabdian
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Hardi Santosa menyampaikan materi bertema “Ketaqwaan–Ikhtiar–Tawakal: Refleksi Teologis untuk Kerja Profesional dan Kebebasan Finansial.” Materi mengajak peserta untuk melihat pekerjaan dari sudut pandang yang lebih luas.
Pekerjaan tidak hanya dilakukan untuk mendapatkan penghasilan. Pekerjaan juga dapat menjadi bentuk ibadah dan pengabdian. Karena itu, setiap tugas perlu dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Materi tersebut juga mengangkat hubungan antara ketakwaan, ikhtiar, dan tawakal. Ketiganya menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan dan pekerjaan. Hal ini disampaikan dengan mengacu pada QS. At-Thalaq ayat 2–3.
Pendidikan Muhammadiyah sebagai Amanah
Peserta kemudian diajak memahami peran sekolah Muhammadiyah. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk belajar. Sekolah juga memiliki fungsi sebagai pusat dakwah, kaderisasi, tajdid, dan tempat lahirnya pemimpin masa depan.
Oleh karena itu, menjaga mutu sekolah merupakan bagian dari menjaga amanah. Kualitas pendidikan juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat. Ketika kualitas terjaga, kepercayaan terhadap sekolah dapat terus tumbuh.
Dalam pemaparannya, Dr. Hardi juga mengingatkan peserta agar siap menghadapi perubahan. Sikap solutif dan keberanian mengambil tindakan diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan. Peserta didorong untuk tidak hanya menunggu keadaan menjadi lebih mudah, tetapi juga berusaha mencari jalan keluar.
Membangun Jejak melalui Pengabdian
Salah satu bagian kegiatan diisi dengan refleksi tentang jejak yang akan ditinggalkan melalui pengabdian di Persyarikatan Muhammadiyah. Peserta diajak membayangkan kondisi 10, 15, hingga 20 tahun mendatang.
Pada masa tersebut, para siswa yang pernah mereka didik dapat tumbuh menjadi dokter, ilmuwan, ulama, pengusaha, maupun politisi negarawan. Ketika mereka mengingat bahwa pendidikan Muhammadiyah turut membentuk perjalanan hidupnya, guru dan karyawan dapat ikut merasakan manfaat dari pengabdian yang telah dilakukan.
Kegiatan juga mengajak peserta memaknai konsep “finansial tanpa batas”. Peserta diingatkan bahwa kekayaan dan kecukupan merupakan bagian dari pemberian Allah. Pada akhir materi, peserta diajak untuk “berinvestasi” dan berniaga dengan Allah melalui amal yang bermanfaat.
Melalui kegiatan ini, guru dan karyawan AUM Pendidikan PCM Kretek diharapkan semakin memahami makna pekerjaan dan pengabdian. Semangat untuk bekerja secara profesional juga diharapkan terus tumbuh. Dengan ketakwaan, ikhtiar, dan tawakal, setiap tugas dapat dijalankan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian.


