MBK UAD Gelar Seminar Nasional dan Penandatanganan IA Menyambut Kedatangan 180 Mahasiswa S1 BK UNIPAR
/in Berita Utama /by bolirayaSeminar Edu-Counspreneurship di Era Digital
Yogyakarta — Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling (MBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan zaman melalui kegiatan Studi Inspiratif dan Seminar bertajuk “Edu-Counspreneurship: Transformasi Peran Konselor di Era Kreatif dan Digital” . Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026, di Amphitarium Gedung Kedokteran UAD mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Seminar ini menjadi strategi ruang untuk membahas paradigma profesi konselor di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan industri kreatif. Selain itu, kegiatan ini juga menyoroti dinamika kebutuhan masyarakat modern yang terus berkembang. Konselor kini tidak hanya berperan sebagai pendamping psikologis di sekolah, tetapi juga dituntut menjadi inovator, edukator kreatif, sekaligus counspreneur yang memiliki jiwa kewirausahaan sosial dan pendidikan.
Hadirkan Guru Besar MBK UAD
Kegiatan tersebut menghadirkan Guru Besar MBK UAD, Prof. Dody Hartanto, M.Pd. , sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, beliau mengulas arah masa depan profesi konselor di era transformasi digital. Menurutnya, isu kesehatan mental dapat menjadi konselor kompetensi inti masa depan.
Acara diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Program Studi BK S1 UNIPAR dan S2 BK UAD. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan.
Apresiasi dari BK UNIPAR
Usai penandatanganan kerja sama, Dr. Akhmad Rifqi Aziz selaku Kaprodi BK Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) menyampaikan apresiasi kepada MBK UAD. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas penyambutan dan fasilitas yang telah dipersiapkan.
Menurutnya, tema seminar yang diangkat sangat relevan dan mampu membangkitkan semangat belajar siswa. Selain itu, suasana akademik yang ditampilkan juga memberikan pengalaman inspiratif bagi peserta.
Motivasi dan Harapan dari MBK UAD
Sementara itu, Kaprodi MBK UAD, Dr. Hardi Santosa , memberikan motivasi kepada sekitar 180 mahasiswa UNIPAR yang hadir di UAD. Ia menekankan pentingnya semangat belajar dan pengembangan ide-ide kreatif di lingkungan kampus.
Menurut Dr. Hardi, kampus merupakan tempat lahirnya gagasan futuristis dan inovatif. Oleh karena itu, proses belajar harus terus berjalan agar tidak muncul kejumudan dalam diri seseorang. Ia juga berharap mahasiswa UNIPAR dapat melanjutkan studi S2 BK di UAD pada masa mendatang.
Konselor Dituntut Lebih Adaptif
Lebih lanjut Dr. Hardi menjelaskan bahwa tema Edu-Counspreneurship dipilih sebagai respon terhadap perubahan sosial yang sangat cepat. Dunia pendidikan saat ini membutuhkan konselor yang adaptif, kreatif, dan mampu membangun layanan berbasis teknologi serta media digital.
Selain itu, profesi konselor juga dituntut mampu menciptakan inovasi layanan dan membangun jaringan kolaborasi. Dengan demikian, praktik konseling dapat tetap relevan dengan kebutuhan generasi digital saat ini.
Menjadi Ruang Inspirasi dan Kolaborasi
Seminar ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang inspirasi bagi pelajar, guru BK, dosen, praktisi pendidikan, dan pemerhati pendidikan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh perspektif baru mengenai peluang dan tantangan profesi konselor di era kreatif.
Acara dipandu oleh moderator mahasiswa MBK UAD, Resti Dwi Utami , dan berlangsung khidmat serta penuh keceriaan. Sebagai program studi yang terus berkembang dan terakreditasi unggul, MBK UAD menegaskan komitmennya menjadi pusat pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling yang progresif, kolaboratif, dan responsif terhadap perubahan zaman.


