Selasa, 7 November 2023, Sekretaris Program Studi (SekProdi) Program Magister Bimbingan dan Konseling (MBK) Dr. Hardi Santosa, M.Pd menjadi delegasi untuk audiensi ke Komisi X DPR RI pada acara Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta.
RDPU ini membahas tentang posisi dan kontribusi serta regulasi bimbingan dan konseling di sekolah. Doktor Hardi yang juga merupakan pengurus harian PB ABKIN menyampaikan gagasannya di depan komisi X DPR RI terkait pentingnya sinergitas antara orang tua dan guru BK disekolah dalam menangani bulying. Menurutnya, masalah siswa di sekolah tidak dapat dilepaskan dari orang tua di rumah. Seringkali permasalahan disekolah justru telah di bawa dari rumah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, menyampaikan bahwa guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran yang sangat penting. Guru BK memiliki tugas membimbing siswa dalam mengatasi permasalahan dan mencapai kesejahteraan psikologis. Perhatian terhadap aspek psikologis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang pada perkembangan siswa.
Selanjutnya, diskusi tersebut menyoroti tiga dosa besar dalam dunia pendidikan dan regulasi terkait bimbingan dan konseling. Dede menegaskan bahwa guru BK harus diperkuat dalam memberikan layanan dan bimbingan kepada siswa, terutama dalam menghadapi kasus-kasus sensitif seperti siswa yang mengajak duel dengan guru. Dalam keterangan tertulisnya, Dede menyampaikan pandangan ini dalam RDPU bersama Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN).
Dede juga menyoroti bahwa Komisi X jarang memberikan rekomendasi istimewa, sehingga rekomendasi terkait penguatan peran guru BK dianggap sebagai suatu bentuk penghargaan yang diberikan kepada ABKIN.
Dalam penekanan tambahan, Komisi X menyuarakan rekomendasi kepada Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk menyusun regulasi terkait bimbingan dan konseling. Regulasi tersebut diharapkan mencakup berbagai aspek layanan dan ketenagaan, bertujuan sebagai dasar hukum untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling dalam dunia pendidikan.
Sementara itu, Prof. Dr. Muh Farozin, M.Pd., Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PB ABKIN), mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan atas perhatian Wakil Ketua Komisi X DPR RI terhadap profesi bimbingan dan konseling.
Menanggapi perdebatan mengenai tiga dosa besar pendidikan, Prof. Muh Farozin menyoroti bahwa istilah tersebut terdengar terlalu reduksionistik dan generalisasi berlebih. Menurutnya, pendidikan pada dasarnya merupakan suatu usaha normatif yang membimbing peserta didik dari keadaan semula menuju standar yang diinginkan. Ia menekankan bahwa situasi saat ini harus dianggap sebagai masalah yang mendesak dan sebagai prioritas utama yang memerlukan penanganan segera dan efektif.
Seminar Kesehatan Mental Remaja SMA di Pondok Pesantren
/in Berita Utama /by bayuPada Hari Kamis, 26 Febuari 2024, Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling (MBK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr. Wahyu Nanda Eka Saputra, M. Pd., Kons menjadi narasumber dari seminar “Fenomena glorifying mental health pada Gen-Z; Sudut Pandang Gen-Z di Ponodok Pesantren” yang diselenggarakan oleh Konseling At – Tanwir PPM Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta.
Tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah untuk meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya menjaga kesehatan mental, meningkatkan pemahaman santri mencapai kesehatan mental dengan memahami aspek pembentuk kesehatan mental dan faktor pemicu dari gangguan pada kesehatan mental, serta meningkatkan kesadaran santri untuk berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara mental, baik dalam kegiatan organisasi, sekolah, asrama, ataupun individu dan sosial.
Pada seminar ini narasumber oleh Dr. Wahyu Nanda Eka Saputra, M. Pd., Kons memberikan pemaparan mengenai tema “Kesehatan Mental Remaja SMA” karena didasari oleh fenomena glorifying mental health pada Gen-Z; Sudut pandang Gen-Z di Pondok Pesantren.
Magister Bimbingan dan Konseling UAD Goes to Kota Salatiga
/in Berita Utama /by bayuPada Hari Rabu, 27 Febuari 2024 Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling (MBK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kegiatan yang diselenggarakan di Kota Salatiga. Dengan merangkul MGBK SMP/MTs Kota Salatiga, kegiatan bertempat di SMP Negeri 2 Salatiga.
Seminar Bimbingan dan Konseling Bagi Guru BK SMP/MTs Kota Salatiga dilaksanakan sebagai bentuk upaya untuk meningkatkannya kompentensi dan keterampilan Guru BK dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Seminar Bimbingan dan Konseling ini mengangkat topik Inovasi Layanan BK di Era Merdeka Belajar dengan menghadirkan Dr. Hardi Santosa, M. Pd sebagai narasumber.
Dr. Hardi Santosa, M. Pd mengungkapakan bahwa “BK memang bukan segala – galanya, tetapi kurikulum merdeka sangat memerlukan BK,” beliau juga mengatakan “Ketika BK kita dibaratkan sebagai listrik dan kurikulum merdeka sebagai rumah, maka rumah hanya akan terang manakala telah dialiri listrik. Pada saat rumah itu tidak ada listrik, maka rumah tersebut akan gelap gulita, mati dan tidak ada kehidupan yang dapat dilihat.”
Beliau juga memaparkan mengenai isu esensial pada kurikulum merdeka. Kemudian Guru BK harus memberikan inovasi agar Guru BK menjadi pemenang dalam melawan kejenuhan, dan Guru BK harus berani ambil peran sebagai “leader” dalam proyek penguatan profil pelajar pancasila.
Edukasi dan pelatihan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga pada kader ‘Aisyiyah di Sewon Utara
/in Berita Utama /by bayuDilaksanakan di Pendopo Harjosuwitan ( Rumah Bpk H. Kurniawan Indaryatna,S.T) Selasa, 16 Januari 2024 M/ 4 Rajab 1445 H, Dosen Magister Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr. Dody Hartanto, M.Pd menjadi narasumber dari tiga dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan dengan tema Sosialisasi PPM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan di PCA Sewon Utara.
Diawali oleh pemateri pertama oleh Dr.Dody Hartanto, M.Pd ( Bimbingan Konseling UAD) dengan tema “Peran Kader ‘Aisyiyah dalam Mencegah Kekerasan Terhadap Perempuan.” Selanjutnya pemateri kedua oleh Ratu Matahari,S.KM., M.M, M.Kes( Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD) dengan tema “Kekerasan Terhadap Perempuan di Ranah Domestik.” Dan pemateri ketiga oleh TyasAisyah Putri, S.Tr.Keb.M.KM ( Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD) dengan tema “Kesehatan Reproduksi dan Mental pada Masyarakat.”
BEASISWA PWM DIY
/in Download /by bayuBeasiswa Amal Usaha Muhammadiyah
/in Download /by bayuBeasiswa Alumni Universitas Ahmad Dahlan
/in Download /by bayuInformasi Biaya Kuliah
/in Download /by bayuMagister BK UAD Goes to MGBK Kabupaten Magelang
/in Berita Utama /by bayuMagister Bimbingan dan Konseling (MBK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), goes to MGBK Kabupaten Magelang dalam acara “Bimbingan Teknis Inovasi Konseling Model Profetik untuk Guru BK SMP/MTs Kabupaten Magelang” pada hari Sabtu, 20 Januari 2024 bertempat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang.
Dr. Hardi Santosa, M.Pd sebagai perwakilan dari Prodi Magister BK UAD menjadi pembicara atau narasumber dalam acara tersebut. Beliau memaparkan materi tentang Konseling Model Profetik kepada Guru-guru BK se-Kabupaten Magelang. Perlu diketahui bahwa Konseling Model Profetik ini adalah keahlian dari Dr. Hardi Santosa, M.Pd.
Bersamaan dengan acara tersebut, Dr.Hardi Santosa, M.Pd sekaligus mempromosikan Prodi Magister Bimbingan dan Konseling kepada Guru-guru BK SMP se-Kabupaten Magelang.
Sempatkan Menonton Bersama Pemeran Film “Budi Pekerti”
/in Berita Utama /by bayuSelasa, 21 November 2023 dalam agenda ini merupakan komunikasi lanjutan dari RDPU Sekertaris Prodi (SekProdi) Magister Bimbingan dan Konseling Dr. Hardi Santosa, M.Pd bersama PB ABKIN dan Pimpinan Komisi X DPR RI menyepatkan menonton bersama dengan pemeran film Budi Pekerti yang bertempat di Jakarta.
Selanjutnya, koordinator lapangan, Dr. Hardi Santosa, M.Pd, menjelaskan bahwa gagasan menonton bersama (nobar) ini berasal dari pimpinan Komisi X, yakni Pak Dede Yusuf. Dr. Hardi Santosa menyampaikan apresiasinya kepada pimpinan Komisi X, terutama Pak Dede Yusuf, yang telah menunjukkan perhatian serius terhadap sektor pendidikan di Indonesia, khususnya dalam konteks profesi bimbingan dan konseling. Salah satu bukti nyata dari perhatian tersebut adalah penyelenggaraan kegiatan nobar ini, seperti yang diungkapkannya.
Seusai menyaksikan film, PB ABKIN dan Komisi X DPR RI terlibat dalam obrolan santai. Prof. Muh Farozin, selaku Ketua Umum PB ABKIN, menyampaikan pandangannya mengenai Film Budi Pekerti. Ia menekankan bahwa film ini memiliki kedalaman makna, menggambarkan sosok guru BK yang memiliki semangat idealisme, teguh pada nilai-nilai kebenaran, dan yang paling penting, berani mengadvokasi kebenaran meskipun perjuangannya tidak mudah dan memerlukan energi luar biasa. Film ini dihasilkan dengan penuh dedikasi dan didasarkan pada fenomena aktual yang tengah marak. Prof. Muh Farozin menyatakan bahwa film ini mencerminkan perasaan ribuan guru di Indonesia, termasuk guru BK, yang menghadapi tantangan besar dalam memperjuangkan idealisme dan kebenaran, terutama terkait dengan perlindungan profesi.
Sementara itu, Bapak Dede Yusuf, pimpinan Komisi X, turut memberikan apresiasi terhadap komitmen PB ABKIN dalam menjadikan guru BK di Indonesia sebagai pilar utama dalam membimbing moral bangsa. Film ini membuka wawasan kita akan pentingnya budi pekerti sebagai dasar hidup dalam berinteraksi dalam masyarakat.
Meskipun mengikuti nilai-nilai kebenaran dan menjunjung tinggi idealisme merupakan perjuangan yang sulit dan berisiko tinggi, film ini mengajarkan kepada kita pentingnya bersikap berani untuk menyuarakan kebaikan dan moral demi kebaikan bangsa. Harapannya, film ini dapat menginspirasi guru-guru di Indonesia, terutama para Guru BK, untuk terus bersikap tegas dalam menyuarakan kebenaran, memberikan teladan, dan menjadi contoh positif demi menciptakan generasi emas yang memiliki moralitas yang luhur.
Dosen Magister BK UAD Menjadi Delegasi Audiensi ke Komisi X DPR RI
/in Berita Utama /by bayuSelasa, 7 November 2023, Sekretaris Program Studi (SekProdi) Program Magister Bimbingan dan Konseling (MBK) Dr. Hardi Santosa, M.Pd menjadi delegasi untuk audiensi ke Komisi X DPR RI pada acara Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta.
RDPU ini membahas tentang posisi dan kontribusi serta regulasi bimbingan dan konseling di sekolah. Doktor Hardi yang juga merupakan pengurus harian PB ABKIN menyampaikan gagasannya di depan komisi X DPR RI terkait pentingnya sinergitas antara orang tua dan guru BK disekolah dalam menangani bulying. Menurutnya, masalah siswa di sekolah tidak dapat dilepaskan dari orang tua di rumah. Seringkali permasalahan disekolah justru telah di bawa dari rumah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, menyampaikan bahwa guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran yang sangat penting. Guru BK memiliki tugas membimbing siswa dalam mengatasi permasalahan dan mencapai kesejahteraan psikologis. Perhatian terhadap aspek psikologis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang pada perkembangan siswa.
Selanjutnya, diskusi tersebut menyoroti tiga dosa besar dalam dunia pendidikan dan regulasi terkait bimbingan dan konseling. Dede menegaskan bahwa guru BK harus diperkuat dalam memberikan layanan dan bimbingan kepada siswa, terutama dalam menghadapi kasus-kasus sensitif seperti siswa yang mengajak duel dengan guru. Dalam keterangan tertulisnya, Dede menyampaikan pandangan ini dalam RDPU bersama Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN).
Dede juga menyoroti bahwa Komisi X jarang memberikan rekomendasi istimewa, sehingga rekomendasi terkait penguatan peran guru BK dianggap sebagai suatu bentuk penghargaan yang diberikan kepada ABKIN.
Dalam penekanan tambahan, Komisi X menyuarakan rekomendasi kepada Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk menyusun regulasi terkait bimbingan dan konseling. Regulasi tersebut diharapkan mencakup berbagai aspek layanan dan ketenagaan, bertujuan sebagai dasar hukum untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling dalam dunia pendidikan.
Sementara itu, Prof. Dr. Muh Farozin, M.Pd., Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PB ABKIN), mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan atas perhatian Wakil Ketua Komisi X DPR RI terhadap profesi bimbingan dan konseling.
Menanggapi perdebatan mengenai tiga dosa besar pendidikan, Prof. Muh Farozin menyoroti bahwa istilah tersebut terdengar terlalu reduksionistik dan generalisasi berlebih. Menurutnya, pendidikan pada dasarnya merupakan suatu usaha normatif yang membimbing peserta didik dari keadaan semula menuju standar yang diinginkan. Ia menekankan bahwa situasi saat ini harus dianggap sebagai masalah yang mendesak dan sebagai prioritas utama yang memerlukan penanganan segera dan efektif.