Kaprodi MBK UAD Terpilih Secara Aklamasi Menahkodai Asosiasi Prodi BK Swasta Indonesia
Semarang (18/12/25). Bertempat di Kampus Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), 54 Kaprodi BK Swasta dari Aceh hingga papua mendeklarasikan diri dalam satu visi melalui asosiasi profesi. Ketua panitia, ibu Dr. Dini Rakhmawati, M.Pd., ketika di wawancarai menyatakan bahwa., forum ini di inisiasi oleh 4 PTS, yakni UAD, UPGRIS, UMK dan UM Metro. Kemudian berkembang dan kami mengundang secara terbuka semua penyelenggara prodi bimbingan dan konseling di PTS seluruh indonesia untuk bergabung. Sampai acara di helat, keseluruhan ada 54 PTS yang memiliki prodi BK bergabung. Kami berangkat dari komitmen dan kesadaran bersama bahwa perlu saling bergandengan tangan dan menguatkan untuk menyelenggarakan pendidikan bermutu, maka dari itu forum seminar dan deklarasi asosiasi ini kami selenggarakan. Imbuhnya. Total peserta kegiatan mencapai 1.158 orang baik dosen maupun mahasiswa, terdiri dari sekitar 200 peserta luring dan 958 peserta daring.
Pada forum tersebut, Dr. Hardi Santosa, M.Pd., Kaprodi Magister Bimbingan dan Konseling (MBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi untuk periode 2025 -2029. Kepercayaan tersebut mencerminkan pengakuan terhadap kapasitas kepemimpinan akademik serta kontribusi MBK UAD dalam pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling di tingkat nasional.
Sebagai ketua terpilih, Dr. Hardi Santosa, M.Pd menegaskan bahwa Asosiasi Prodi BK Swasta Indonesia memiliki posisi strategis dalam peningkatan mutu pendidikan khusunya bimbingan dan konseling sebagai garda terdepan dalam mengawal perkembangan psikologis siswa yang hari ini tantangannya luar biasa. Hardi menegaskan bahwa terhimpun nya 54 Prodi dalam satu komitmen dan wadah asosiasi profesi bukanlah angka statistik, melainkan kumpulan para pakar yang siap berkontribusi untuk pendidikan Indonesia, khususnya dalam bidang bimbingan dan konseling.
Ia menjelaskan, sejumlah agenda telah disiapkan. Dalam waktu dekat komposisi kepengurusan pada setiap bidang akan di isi dengan menpertimbangkan keterwakilan daerah dan diferensiasi kultural. Forum telah menyepakati 9 bidang mulai dari pengembangan keilmuan, advokasi, hingga peningkatan mutu lulusan. Intinya pada program kerja nanti kami ingin memastikan bahwa kami swasta yang kecil-kecil ini, tatkala berkumpul dan bersatu maka akan memberikan dampak yang signifikan untuk kemajuan Indonesia, tegasya.
Pada pembentukan asosiasi itu, juga di gelar seminar nasional yang bertajuk kesehatan mental remaja: memberikan ruang untuk tumbuh dan sembuh dengan pembicara kunci Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., yang juga dosen MBK UAD dan Dr. Arri Handayani, S.Psi.,M.Si., Dekan FKIP UPGRIS. Seminar itu menjadi salah satu bukti bahwa sebagai asosiai profesi gerakan keilmuan harus menjadi pilar utama dalam aktivitas temu kolegial untuk mengokohkan profesi.


